Saat Nabi Muhammad Di Hina Dimana Posisi kita Sebagai Umatnya?

Saat Nabi Muhammad Di Hina Dimana Posisi kita Sebagai Umatnya?

POSISI DAN PERAN SEBENARNYA SAAT BAGINDA RASUL MUHAMMAD DI HINAKAN DI DEPAN MATA

*SIAPA YANG MEMBELA NABI SAAT TELAH TIADA, SAMA SEPERTI MEMBELANYA SAAT MASIH ADA*

Oleh: Ustaz KH. Hafidz Abdurrahman, MA.

Fatwa yang disampaikan oleh al-'Allamah al-Khalili, Mufti Kerajaan Oman,

من ناصر رسول الله صلى الله عليه وسلم  بعد مماته كمن ناصره في حياته

Siapa saja yang telah membela Rasulullah Shalla-Llahu Alaihi wa Sallama ketika baginda telah wafat, maka sama seperti orang yang membelanya saat baginda masih hidup.

Iya, seperti dalam hadis tentang ziarah kubur Nabi, sebagaimana dikutip oleh Ibn Qudamah,

من جح فزار قبري بعد وفاتي فكأنما زارني في حياتي

"Siapa saja yang menunaikan haji, kemudian menziarahi kuburku setelah aku wafat, maka dia seperti menziarahiku saat aku masih hidup" (HR ad-Daruquthni, Sunan, Jun III/333)

Dalam riwayat lain disebutkan

من زار قبري وجبت له شفاعتي

"Siapa saja yang menziarahi kuburku, maka baginya wajib mendapatkan syafaatku." (HR ad-Daruquthni, Sunan, Jun III/334)

Penguasa India, di bawah Rezim Modi, memang menerapkan kebijakan #Islamophobia dan #AntiIslam. Karena itu, berbagai serangan brutal terhadap jilbab, kaum Muslim, dan terbaru serangan terhadap kehormatan Nabi dan istri baginda, Sayyidah Aisyah radhiya-Llahu anha, terus dilakukan.

Alih-alih minta maaf, justru penembakan dilakukan terhadap kaum Muslim, dan termasuk penangkapan terhadap Sister Fathimah Afreen, ayah dan ibunya, bahkan rumahnya dihancurkan. Tuduhannya, karena mengorganisir demo menentang penghinaan kepada Nabi .

Umat Islam di Timur Tengah telah melakukan pemboikotan terhadap produk India. Tapi, lagi-lagi semuanya dianggap angin lalu. Karena umat Islam dianggap lemah, tidak mempunyai perisai yang melindunginya.

Andai saja Khalifah Harun ar-Rasyid masih ada, dia akan kirim surat dan tentara,

إلى مودي كلاب الهند، من هارون الرشيد أمير المؤمنين، الجواب لا كما سمعت ولكن كما رأيت

Sebagaimana surat sang Khalifah kepada Nakfur, Anjingnya Romawi. Jawabannya tidak sebagaimana yang dia dengar, tetapi apa yang dia lihat.

Saat itu, kepala pasukan sang Khalifah sudah di depan gerbang Benteng Amuriah, dan ekornya di Baghdad.

Allahu Akbar.


Bagaimana harusnya sikap seorang muslim saat rasul kita di hina?

Pertama, ketika ada yang menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tentu kita sebagai muslim wajib menunjukkan sikap tidak rida dan marah karena agama. Akan tetapi, tentu kita perlu tetap bersikap tenang dan bertindak sesuai dengan wewenang kita yang telah diatur dalam syariat.

Kedua,  yang berhak menghukum penghina Nabi shallallahu’ alaihi wa sallam adalah ulil amri (khalifah). Jika dia ada di negara muslim, maka ulil amri yang memiliki wewenang menjatuhkan hukuman mati tersebut. Kaum muslimin wajib menyerahkannya kepada yg berwenang untuk menerapkan aturan islam dalam hukiman ini jangan main hakim sendiri dan juga bukan dengan hukuman hukum kufur. Karena menghujumi pelaku naksiat dalam islam ada atauran dan ada siapanyang berwenangnya sesuai syariah. Jika dia di negara kafir, boleh dibunuh atas izin ulil amri muslim atau melalui jalan jihad yang syar’i.

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ

“Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Jika tidak bisa, maka dengan lisannya. Jika tidak bisa juga, maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman.” 

Semua umat harus berperan sesuai kewajibanya masiing masing, dan pelaksanaan hukuman bagi pelaku kemungkaran itu sendiri adalah khalifah. Inilah urgensi umat islam memiliki seorang khalifah dalam menegakkan hukum islam. Tidak cukup hanya lelihat, benci
Dan berharap dapat diadili tapi juga perlu mewujudkan kekuasaan di tengah kita agar hukum islam dapat ditegakkan secara sempurna termasuk dalam menghukumi pelaku penghina baginda Nabi Muhammad saw

Itulah sikap dan posisi kita sebagi muslim saat Nabi Muhammad saw di hinakan!



SHARE info ini. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893) Dengan cara klik tombol di bawah ini:

BACA JUGA:

Komentar