Nasib Manusia di Hari Kiamat dan Urgensi Syafaat Nabi Muhammad SAW
Hari kiamat yang digambarkan dalam Alquran yang wajib di imani setiap orang beriman adalah merupakan akhir dari segala kehidupan di palnet bumi ini. Kehidupan makhluk Allah akan beralih kepada kehidupan yang sam sekali berbeda dengan kehidupan di alam dunia yang serba keterbatasan dan nisbi.
Seluruh umat manusia setelah itu akan menuju pase dimana semua makhluk Allah akan berkumpul atau di kumpulkan di padang makhsyar. Dimana padang makhsyar merupakan tempat berkumpul dan penentuan nasib semua manusia (dari sejak nabi adam hinga nabi muhammad saw), apakah nantinya akan berakhir di surga atau neraka. Dipadang makhsyar manusia akan berada dihadapan pengadilan Allah arrahman untuk menerima segala kepeutusan-Nya berupa penerimaan buku pencatatan semua amal amal manusia saat di dunia dan akan mengalami timbangan amal apakah berat ke timbangan amal salah atau amal sholeh? apakah buku catatan amal tersebut akan Allah berikan melalui tangan kiri atau tangan kanan kita? Dan pada akhirnya manusia akan bimbang yang tiada tara (yang tak pernah sama saat mengalami kebibgbagan saat di dunia? Kita manusia akan menantikan nasib apakah akan berkahir dimana?
Maka dari itu lamanya di padang makhsyar yang begitu lama membuat kondisi saat itu sangat mencekam sehingga satu sama lain tak peduli kondisi dan nasib masing masing. Seorang ayah dan ibu tak peduli pada anak anaknya begitupun sebaliknya. Seorang istri dan suami sdh tidak lagi saling memikirkan satu sama lain apalagi anak anaknya semua manusia sibuk menantikan keselamatan masing masing.
Saking lamnya penantian tersebut kondisi alam makhsyar tidak terbayangkan dakhsyatnya. Huru hara hari kiamat dan dipadng makhsyar sangat ditakuti dan mencekam sehingga seluruh umat manusia di liputi ketakutan tiadak tara, peluh dan kesah menyelimuti dirinya peluh mengenangi tubuhnya ada yang sedampal kaki, semata kaki dan ada yang sampai juga sebatas tubuhnya hingga menyisakan kepalanya dan ada juga mungkin yang membuat dirinya masuk selaput tubuh peluh dan keringatnya tak menyisakan satu ujung rambut sekalipun dan kondisi itu tergantung amal amalnya saat di dunia.
Dalam kondisi mencekam seperty itu di gambarkan manusia membutuhkan syafaat atau pertolongan dari yang bisa dapat memberi pertolongan. Kalau di dunia mungkun butuh pembela dan tempat bersandar saat mebutihkan bantuan untuk terbebas dari nasib dan huru haranya pad saat itu.
Disitulah semua manusia butih syafaat yang ahny aakan diberikan yang dinijinkan Allah mendapaykan dsn menerima untik memberikan ssyafaat pada umatnya. Inilah urgensi pentingnya memndapatkan syafaat dari baginda Nabi Muhammad saw bagi kita sebagai umatnya agar kelak kita tidsk masuk neraka, atau jika masuk neraka tidak selama lamanya di neraka. Namun tak pernah terbetik dalam giliran seperti apa dakhsyatnya di nerka. Jangankan di neraka di dunia saja merasakan panasnya apai neraka begitu menakutkan... Semua nabi dan Rasul juga tidak mampu memberikan syafaat pada kaumnya karena juga beliu semua juga sama sibuk menantikan nasib masing masing sehingga permohonan dari umatnya tak satu pun yang dapat di penuhi.
Lalu siapa saja kelak di akhirat yang akan Mendapatkan syafaat baginda Nabi Muhammad saw? Inilah fokus kita saat ini. Betapa besarnya manfaat dsn butuhnya kita manusia pada sfaat dari nabi. Lalu apa itu syafaat, apa syarat mendapatkan syafaat? Dan bagaimana kondisi nasib orang yang mendapatkan sfaat kelak di akhirat?
Janga beralih beralih teruskan membacanya hingga tuntasnsehingga ke gundahan kita sirna dalam diri kita masing masing
SHARE info ini. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893) Dengan cara klik tombol di bawah ini:
Komentar
Posting Komentar